Kolaborasi Disnaker Jatim, BLK, dan TNI di TMMD Kediri Dorong Lahirnya Wirausaha Desa
KEDIRI – Sinergi antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri, dan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan hasil nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Hal itu terlihat dalam penutupan pelatihan kejuruan pembuatan roti dan kue yang digelar di Balai Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Selasa (14/4/2026). Sebanyak 16 peserta dinyatakan menyelesaikan pelatihan yang difokuskan pada keterampilan praktis dan peluang usaha.
Perwakilan Disnaker Jatim, M. Aris, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas akses pelatihan kerja hingga ke tingkat desa.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tingkat desa. Dengan dukungan TNI dan pemerintah daerah, program ini bisa menjangkau masyarakat secara langsung dan memberikan dampak nyata,” ujar Aris kepada insan media, Rabu (15/4/2026)

Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan seperti ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus menekan angka pengangguran.
Dalam pelaksanaannya, UPT BLK Kediri berperan sebagai penyedia materi dan pendampingan teknis kepada peserta. Kasi Pelatihan UPT BLK Kediri, Rhizal, menekankan pentingnya kualitas dan standar produksi dalam membangun usaha.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan standar produksi yang baik agar hasilnya layak jual. Harapannya, peserta bisa langsung mengembangkan usaha, baik secara mandiri maupun berkelompok,” kata Rhizal.

Sementara itu, Babinsa Desa Gadungan, Sertu Brahma A.R, menegaskan keterlibatan TNI dalam program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Melalui TMMD ini, kami tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan warga melalui pelatihan seperti ini. Harapannya, keterampilan yang didapat bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah desa juga menyambut positif program tersebut. Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto, menilai pelatihan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi adanya kolaborasi ini. Keterampilan yang diperoleh warga diharapkan bisa menjadi bekal untuk membuka usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan penutupan diisi dengan pemaparan dari perwakilan peserta, pengecekan hasil produk roti dan kue, serta sambutan dari sejumlah pihak. Hasil evaluasi menunjukkan peserta mampu menyerap materi dengan baik.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Bappeda Kabupaten Kediri, unsur Kecamatan Puncu, serta jajaran TNI dari Koramil setempat yang turut mendampingi pelaksanaan program.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian di tingkat desa. (ysn)


